Jumat, 20 Oktober 2017

Wisata Indonesia

Indonesia memiliki banyak sekali tempat wisata yang indah dan menarik. Saat saya mengunjungi suatu kota, untuk urusan dinas atau liburan keluarga, timbul semangat untuk mengambil foto sebanyak-banyaknya untuk kenangan atas begitu indahnya Indonesia. Namun di jaman digital ini, rupanya timbul masalah baru : malas mencetak foto. Ini karena kita mudah mengambil foto dengan kamera digital atau handphone, yang memungkinkan kita mengambil banyak foto, sehingga malah menjadi 'kurang waktu' untuk memilih-milih foto dan mencetaknya.
Supaya kenangan tersebut tidak hilang begitu saja, sekalian untuk promosi wisata di Indonesia, berikut beberapa foto kota-kota dan daerah wisata di Indonesia yang pernah saya kunjungi.



Puncak Becici - Hutan Pinus - Yogyakarta (2017)








Belitung (2016)
'Mengajar' di sekolah Laskar Pelangi :




Belitung : Kuliner :




Kepiting :


Mie kuning Belitung :




Belitung : Museum Kata Andrea Hirata:

Ngopi di Museum Kata :



Belitung : Danau Kaolin :


Belitung : Pulau Leebong, pantai yang indah, masih banyak bintang laut :

Foto keluarga ber-5 di dermaga Pulau Leebong (stealth mode on) :

Bisa berjalan di laut dangkal menuju tempat istirahat sambil mencari bintang laut dan naik kano :


Belitung - Pulai Pasir (pulau kecil sekali di tengah laut) :


Belitung - Pantai Tanjung Tinggi :




Belitung : Pantai Pendam





Kopi Belitung : Kong Djie Coffe



Bandung (2016, 2017)

Cihampelas - Ciwalk di malam hari :




Cihampelas - Ciwalk siang hari :


Teras Cihampelas :
Foto bareng Pikachu-Pokemon dan Bumblebee-Transformer




Jangan buang sampang sembarangan (poster 1) :


Jangan buang sampang sembarangan (poster 1) :


Bandung Farmhouse - Lembang :
Rumah Hobbit (Film 'Lord of the Rings')


Museum Geologi Bandung :




Bandung : Es Duren Fadhillah Jalan Tubagus Ismail :





Bandung : Jendela Alam :



Bandung : Dusun Bambu :

Bandung : Bebek Ali Borme (dekat Rumah Sakit Boromeus) :

Saung Angklung Mang Udjo menyanyikan lagi Queen "Bohemian Rhapsody"



Pulau Sepa - Kepulauan Seribu (2017)










Pada cari tempat foto2 buat selfie atawa yang Instagrammable :



Medan (2017)

View Parapat : Pantai Danau Toba dari hotel : Malam, Pagi dan Siang Hari



Malam


Pagi


Siang


 Naik Kapal ke Pulau Samosir :



 Di Pulau Samosir :







Minum kelapa muda dulu di jalan lintas sumatera Medan - Parapat :



Museum / Rumah Tjong A Fie :










Istana Maimoon - Foto sama Bule :
Tanya : 'Where are you from?'
Jawab : 'England'
Tanya : 'My daughter likes Harry Potter story'
Jawab : 'We like it too. But we are not from London. We are from Manchester'
Tanya : 'United or City' - dia penggemar klub bolaManchester United atau Manchester City
Jawab : 'United'

Soto Medan Sinar Pagi :



Ucok Durian (tapi sayang lagi tidak musim durian) :

Kue Medan Napoleon :


Bika Ambon Zulaikha :




Di Bandara, menunggu pesawat Presiden takeoff :





Makassar - Ujung Pandang (2017)


Konro Karebosi
Makan dulu di Konro Karebosi, silakan pilih Konro Bakar atau Sop Konro :

Konro Bakar : 

Sop Konro :

Atau cicipi Soto / Coto Nusantara :


Pantai Losari :
Menurut saya tidak tepat lagi disebut pantai, karena sudah adanya pembatas/tanah/bangunan di kiri dan depan pantai. Pantai hanya ada di sisi kanan. Jadi airnya berbentuk huruf "U" miring ke kanan (atau berbentuk huruf "C"). Lebih tepat disebut teluk mungkin....sayang sekali....



Benteng Fort Rotterdam

Foto di letter sign Fort Rotterdam...akan lebih bagus kalau tiang2 lampu atau tiang listrik tempatnya diatur, sehingga kalau foto2 tidak menghalangi..

Dari dalam benteng kelihatan pantainya :

Katanya benteng, tapi kok tidak ada meriamnya sama sekali ya ?

Lapangan Karebosi :




Tidak murni lapangan, ada area (sekitar 1/4l lapangan) untuk panggung acara, dan ada mall-nya di bawah lapangan.

Pantai Akkarena :



Majalengka - Jawa Barat (2016)

Situ Sangiang



Danau Situ Sangiang


Ikannya banyak, kita lempar roti mereka berdatangan.
Ada lele yang besar sekali.



Kera minta roti juga
Ada berapa pohon di foto ini?
Ternyata itu akar-akar dari satu pohon 

Batik Majalengka Hertyelit

Bali (2016)
Pantai Kuta
Restoran Bebek Tepi Sawah di Beachwalk Kuta





Restoran Bebek Bengil di Nusa Dua
Pantai di Nusa Dua



Pantai di depan hotel Nusa Dua




Sarapan biji-bijian : Biji labu, bunga matahari, biji apricot dll

Jus Segar di Nusa Dua


International Meeting di Nusa Dua


Monkey Forest - Ubud




Ulun Danu Beratan - Bedugul


Tari Barong - Batubulan

Beli kaos yang dapat digambarkan motifnya

Sunrise di pantai Kuta di hotel dekan Bandara, backlight


Menado (2016)

Bunaken

Mau snorkelling dulu ya...bagus sekali pemandangan bawah lautnya ..





 Danau Linow - Tomohon :

Mampir di restoran Raja Oci (ingin tahu karena di Jakarta ada restoran Sarang Oci) :




Ambon (2015)

Pantai Pintu Kota :

Pantai Natsepa :

Salah satu pulau kecil di laut Ambon :

Belut Raksasa :


Mutiara Air Laut Ambon :



Pantai Anyer - Jawa Barat (2014)





Cirebon :
Rumah Kerang (2014) :





Jawa Tengah :

Magelang - Candi Prambanan (2011) :




Solo :




Susu Shi Jack, beragam kombinasinya ada susu murni, coklat, jahe, kopi, sirup, telor dll





Museum Batik Danar Hadi (ada batik yang harganya ratusan juta, dibuatnya 3 tahun), sayangnya tidak boleh foto di dalam

Peragaan membuat batik di Museum Batik Danar Hadi :

Yogyakarta :

Semarang :


Jumat, 30 Oktober 2015

Kolam Ikan Koi

       Ikan koi adalah ikan yang indah untuk dilihat. Kita bisa memandang ikan koi atau memberikannya makan, sebagai penghilang penat setelah bekerja ..
     
       Bersamaan dengan pembangunan perpustakaan pribadi / keluarga, istri saya minta juga dibangunkan kolam ikan Koi. Kolam ini berbentuk huruf "L". Ukuran 4,5m x 1,5m plus 1,7m x 1,7m untuk kaki huruf L-nya, Kedalaman kolam lebih kurang1m (tepatnya 0,95 m di pinggir kolam, 1,06 cm di dasar tengah kolam tempat pipa PVC). Kedalaman kolam juga menurun dari ujung kolam ke ujung kolam tempat bilik pengolahan air berada.


Kolam ikan Koi dan Perpustakaan


 Ada jembatan kecil yang melintas kolam :

Kolam ikan Koi


       Salah satu hal yang paling penting dalam pemeliharaan ikan Koi adalah aliran air. Supaya tidak harus susah payah menguras kolam secara berkala, maka perlu dibuat sistem pengolahan air yang sesuai. Dasar kolam dibuat menurun ke bawah seperti huruf "V". Di dasarnya dipasang pipa PVC yang dilubangi kecil-kecil sepanjang kolam untuk menarik kotoran ikan. Di ujung kolam dibuat bak pengolahan air yang terdiri dari 3 bilik. Bilik pertama adalah air kolam kotor yang mengalir dari pipa PVC. Bilik ke-dua adalah penyaringan air yang menggunakan kapas/kain penyaring dan batu-batu penyerap kotoran. Bilik ketiga berisi air bersih yang dipompakan kembali ke kolam melalui beberapa air terjun kecil,

Berikut foto sistem pengolahan air tersebut :

Pompa dan penyaringan air (aliran air dari bilik kiri ke kanan)


       Saat bulan pertama kolam digunakan, setiap minggunya ada satu ikan Koi yang mati...sedih rasanya... Penyebabnya tampaknya adalah air yang kadang kotor. Maka dilakukan pengecekan, ditemukan beberapa penyebab seperti lubang-lubang di pipa PVC yang terlalu kecil sehingga kotoran ikan tidak bisa masuk, adanya lumut yang menutupi lubang pipa PVC, ketinggian pembatas bilik yang terlalu rendah sehingga air kotor masuk lagu ke bilik air bersih dsb. Maka kemudian dilakukan beberapa percobaan penyesuaian, seperti penambahan ikan sapu-sapu untuk membersihkan lumut, pembersihan lubang pipa secara teratur dsb....Syukurlah hasilnya bagus, sampai saat ini tidak ada ikan Koi yang mati.

       Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor dan di hari libur, ikan Koi berebut makan di jari-jari kita. Saat libut kita bisa memandangi ikan Koi berenang ke sana kemari dengan indahnya, sambil mengobrol dengan keluarga,..hilang penat setelah kerja keras selama seminggu...

Jumat, 23 Oktober 2015

Perpustakaan Pribadi / Perpustakaan Keluarga

       Sebagai penggemar buku, saya secara berkala membeli buku, minimal sebulan sekali di toko buku, dan beberapa bulan sekali memesan secara on-line di webnya Amazon atau Periplus Indonesia. Jika ada tugas ke luar negeri, maka saat perjalanan pulang, koper saya separo akan berisi buku yang saya beli di sana.

       Karena tempat yang terbatas, dan beberapa kali pindah rumah, maka buku-buku tersebut sebagian diletakkan di lemari buku kecil. Sisanya (sebagian besar malah) disimpan di box atau kardus. Beberapa kali saya mengambil buku di box dan kardus dengan perasaan sedih, karena kondisi buku yang menjadi kotor dengan halaman-halaman kertas yang berubah menjadi coklat...
     
       Setelah belasan tahun memimpikannya, akhir tahun 2015 ini, mimpi saya menjadi kenyataan...saya memiliki perpustakaan pribadi! Perpustakaan ini menjadi kenyataan setelah istri saya merelakan kebunnya dipotong sebagian untuk membangun perpustakaan....
Perpustakaan pribadi ini, atau tepatnya perpustakaan keluarga (karena ada buku-buku istri dan anak2) ukurannya adalah sbb :
- Ukuran :
       Luas      : 24 m persegi
       Panjang : 6 meter
       Lebar     : 4 meter
       Tinggi    : 3 meter
- Lemari :
       Jumlah lemari : 10 lemari (6 lemari di sisi panjang, 4 lemari di sisi lebar)
       Ukuran tiap lemari : 90 cm x 40 cm x 300 cm
       Rak tiap lemari : 1 lemari bawah tingi 60 cm, 1 rak tinggi 40 cm, 5 rak tinggi 30 cm

Berikut foto-fotonya :








Rak buku-buku Bahasa Indonesia (buku cerita, komik, agama)



Rak Buku-buku Bahasa Inggris




Rak Buku Anak


Adapun buku-buku yang ada di perpustakaan pribadi / perpustakaan keluarga saya ada di post blog Perpustakaan Keluarga : Daftar Buku.



Jumat, 20 Februari 2015

Buku : Pesan buku dengan tanda tangan pengarangnya

Para penggemar buku akan gembira bila bisa bertemu dengan pengarang buku kesukaannya. Lebih lagi bila bisa berbincang dan mendapatkan tanda-tangannya. Sayangnya untuk buku karangan pengarang luar negeri, kesempatan tersebut sangatlah langka.
Namun ada satu cara kita bisa mendapatkan tanda-tangan dari pengarang favorit kita, yaitu pesan buku yang telah ditandatanganinya secara on-line.
Saya beruntung menemukan homepage dari salah satu pengarang favorit saya yaitu Brandon Sanderson. Di websitenya http://brandonsanderson.com/ kita bisa memesan bukunya dan meminta tanda-tangannya. Dan kita bisa memilih hanya tanda-tangan (signature only) atau dengan tambahan kalimat (signed and personalized), misalnya "To Dwi Kurniawan". Bila kita meminta personalisasi, maka jangka waktu pengirimannya bertambah lama, karena harus menunggu pengarangnya memiliki waktu untuk menulis kalimat yang kita minta. Sedangkan bila hanya tanda tangan, maka lebih cepat waktu pemesanannya karena tokonya sudah punya stock sebelumnya.
Sebagai contoh saya pesan 2 buku dengan pemesanan sebagai berikut: "To Dwi Kurniawan...and please add any comments..".

Beberapa minggu kemudian kedua buku tersebut tiba :




" To Dwi Kurniawan, Life before Death "

"Life before Death" adalah salah satu dari 3 aturan (ideal) yang harus diucapkan dan dipegang teguh oleh Knights of Radiant, yaitu kelompok 'jagoan' atau pahlawan yang memiliki kekuatan super dan menjadi pembela kebenaran. Kalimat itu berarti bahwa kelompok ini berusaha menjaga kehidupan.
Kalimat kedua adalah "Strength before weakness" yang berarti membela yang lemah. Sedangkan kalimat ketiga adalah "Journey before destination"yang berarti perjuangan dilakukan dengan cara yang baik.





"To Dwi Kurniawan in Indonesia. May you always have great books to read and great dreams to dream"
Thank you Brandon...you are the best

Foto Jadul Tahun 70-an

Saat merayakan ulang tahun emas (50 tahun) pernikahan orang tua, saya menemukan beberapa foto jadul berwana hitam putih. Berikut beberapa foto tersebut :

Monumen Nasional Monas, Jakarta, tahun 70-an



Mobil Mazda Kotak tahun 1967


Menikmati Coca-Cola di tahun 70-an

Selasa, 01 April 2014


Kutipan Buku :
"Islam : Risalah Cinta dan Kebahagiaan"
Oleh Haidar Bagir (Pengajar Tasawuf)


Sukar bagi saya untuk membuat blog berisi suatu Resensi  Buku non fiksi...resensi buku berarti saya harus mendalami isi buku tersebut, kemudian menyarikan dan memberikan pendapat...berat...

Daripada tidak mulai-mulai juga menuliskan sesuatu tentang buku-buku bagus yang saya baca, saya mulai saja dengan istilah "Kutipan Buku"...saya akan mengutip beberapa bagian di buku yang menurut saya menarik dan penting buat saya, sebagai pengingat bagi saya...mohon maaf kepada pengarang buku yang saya kutip jika kutipan-kutipan saya tidak pas menggambarkan maksud atau esensi bukunya....

Buku berjudul “Islam : Risalah Cinta dan Kebahagiaan”, ditulis oleh Haidar Bagir, seorang pengajar tasawuf. Buku terbitan Mizan setebal 213 halaman yang saya baca ini, diterbitkan Februari 2013. Pada sampul buku tertulis komentar dari Prof Komarudin Hidayat : “Sebuah buku yang menyajikan kedalaman ajaran tasawuf, sekaligus sangat praktis dan relevan bagi upaya keseharian kita untuk menggapai kebahagiaan hidup”.

Pada bagian awal, pengarang menjabarkan apa itu ‘kebahagian’.
  • ‘Rasanya, tak ada satu pun makhluk manusia yang tidak sependapat bahwa tujuan hidup manusia di muka bumi ini adalah mencapai kebahagiaan (happiness, sa’adah). Meski kebahagiaan bisa dipahami dalam berbagai bentuknya – ada yang melihatnya sebagai bersifat psikologis, ada yang intelektual, dan ada yang spiritual – semua sepakat pada sifatnya yang menjadikan manusia bukan hanya begirah, bersemangat, dan menikmati hidupnya, melainkan terutama menebarkan ketentraman, kedamaian, kepenuhan makna, dan kepuasan yang tidak menyisakan kekosongan’....
  • ’..., kebahagiaan tidak sama dengan kumpulan kenikmatan (pleasure). Mungkin saja hidup seseorang dipenuhi kenikmatan tapi dia tak bahagia. Kebahagiaan juga bukan berarti ketiadaan kesulitan atau penderitaan. Karena, boleh jadi penderitaan datang silih berganti, tetapi semuanya ini tidak merusak keberadaan kebahagiaan”...
  • ‘..memang kebahagiaan bersifat intrinsik, ada di dalam hati kita, bukan ekstrinsik...’.’Bagi yang telah meraih kebahagiaan-yang melambari ini, apa pun bisa terjadi dalam kehidupan ‘luaran’ kita, tetapi rasa kebahagiaan akan tetap lestari’
  • ‘pada puncaknya kebahagiaan (dan kesengsaraan) sesungguhnya produk persepsi. Apa saja, jika kita persepsikan secara positif, akan menyumbang kepada kebahagiaan kita, meskipun penampakan-luar atau kemasannya lebih menyerupai kesulitan’....’Bahkan, dapat kita katakan bahwa sesungguhnya kesedihan adalah sesuatu yang niscaya agar kita dapat mengidentifikasi dan merasakan kebahagiaan. Orang yang tak pernah merasakan kesedihan dan kesusahan akan kebal  tidak sensitif terhadap kebahagiaan...kesusahan justru dapat menjadi latar belakang yang di atasnya kita dapat benar-benar dapat merasakan dan mengapresiasi kebahagiaan’....

 Kemudian, dibahas mengenai ‘bagaimana meraih kebahagiaan’.

  • ‘Bagaimana cara untuk mengaktualkan dan memelihara kebahagiaan dalam hidup kita? Kebahagiaan seseorang akan muncul ketika tidak ada kesenjangan antara apa yang kita dambakan dan hasil atau keadaan aktual kita....ada tiga bentuk usaha yang mungkin diupayakan manusia untuk mewujudkan kebahagiaan’
  • Pertama, bekerja keras untuk mengupayakan dan memenuhi apa saja yang kita dambakan dalam hidup ini...Sedikitnya ada dua kelemahan dalam cara ini. Satu, ada banyak kemungkinan bahwa kita tak akan pernah bisa memenuhi seluru kebutuhan kita. Dua, setiap kebutuhan kita terpenuhi, selalu muncul kebutuhan baru. Manusia tak akan pernah puas.”
  • Kedua, mengurangi atau menekan kebutuhan. Dengan berkurangnya kebutuhan, kemungkinan tak terpenuhinya kebutuhan kita semakin kecil. Demikian pula kemungkinan ketidakbahagiaan kita. Masalahnya manusia diciptakan Tuhan dengan dorongan untuk selalu rindu meraih pencapaian-pencapaian baru yang lebih baik...dengan kata lain, cara ini tidak realistis’
  • Ketiga, memiliki sikap batin sedemikan rupa sehingga apa pun yang terjadi atau datang pada diri kita selalu kita syukuri. Membangun suasana batin yang ditopang dengan sikap sabar dan rasa syukur yang kokoh seperti ini, akan mampu meredam kondisi-kondisi yang berpotensi menimbulkan kegelisahan hidup...Mari kita bekerja keras, mari kita kejar kesempurnaan, sebatas kemampuan kita. Akan tetapi at any point in time kita bersabar dan bersyukur atas apa saja yang telah kita raih, rela kepada apa saja yang dialokasikan-Nya kepada kita. Kita akan menemukan kebahagiaan dengan selalu berpikir positif dalam keadaan apapun, selalu mencari hikmah di balik setiap kejadian, seburuk apapun ia tampil dalam persepsi kita’.

(di atas adalah kutipan hal 7 s.d. 15)

 Ujian adalah tanda cinta-Nya :
  • (hal 57) ‘...sesungguhnya ujian tak lain adalah tanda cinta-Nya. Kiranya inilah, seperti terungkap di beberapa tempat dalam Al-Qur’an, yang Allah maksudkan ketika menyatakan bahwa betapapum cobaan dan kesulitan di permukaan tampak tidak menyenangkan, sesungguhnya di dalamnya ada hikmah, bagi manusia yang tertimpa cobaan itu.....: “QS Al-Baqarah:216  Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”.....
  • (hal 162)’Karunia-Nya juga bisa menjadi ujian. Kekayaan, misalnya, dapat menjadi sumber kesombongan jika kita tidak memahaminya sebagai titipan Allah untuk, bukan hanya diri kita sendiri, melainkan orang lain yang membutuhkan uluran pertolongan kita. Kepintaran, kekuasaan, dan popularitas juga demikian’
Demikian sedikit kutipan buku Islam:Risalah Cinta dan Kebahagiaan. Kutipan tersebut, kecuali yang hal 57 dan 162, baru sampai pada halaman 15, baru pendahuluan. Isi buku selanjutnya membahas mengenai topik Hidup adalah Perjalanan Cinta ( Kehidupan Manusia Perjalanan Cinta, Allah Mahacinta, Segala Hal Tanda Cinta...) dan Sumber-Sumber Kebahagiaan (Kesucian Fitrah, Kedekatan kepada Allah SWT, Melazimkan Zikrullah, Hidup dengan Akhlak Mulia, Bersyukur dan Bersabar Menghadapi Ujian-Nya, Menebar Amal Soleh, Melawan Obsesi kepada Harta, Hidup berorientasi Sedekah dll).

Rabu, 15 Januari 2014

e-book : hilangnya mimpi memiliki perpustakaan pribadi

e-book : hilangnya mimpi memiliki perpustakaan pribadi


Saya suka membaca...terutama buku cerita...Salah satu keinginan atau cita-cita saya waktu kecil adalah saat dewasa bisa memiliki ruang baca / ruang perpustakaan pribadi yang luas ...berisi koleksi buku-buku favorit saya....di mana saya bisa menikmati membaca buku dengan tenang, santai dan nyaman.....




Saya sudah mulai mengoleksi beberapa buku, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris. Buku-buku tsb biasanya saya beli di toko buku di Indonesia, pesan di internet via  amazon, titip teman atau beli saat ke luar negeri...sudah mulailah terkumpul buku-buku tsb di lemari buku...





Namun tiba-tiba mimpi saya menjadi hancur...
Mengapa? Trend electronic book (e-book) sudah mulai meluas di dunia perbukuan...hanya dengan berbekal tablet pembaca e-book (e-book reader) kita bisa mengkoleksi dan membaca ribuan buku yang kita inginkan...e-book reader inipun sudah beragam, bisa di handphone kita, tablet, notebook ataupun PC...tablet yang berukuran 7 atau 8 inch sangat nyaman untuk membaca buku, baik tablet khusus seperti tablet kindle dari amazon, nook dari barnes and noble, ataupun tablet umum seperti ipad, merk samsung, acer, lokal dll...aplikasi untuk membacanya bisa menggunakan aplikasi kindle (untuk format mobi-nya amazon, pdf) atau aldiko, kobo (untuk format epub, pdf)...untuk mengkonversi antar jenis format e-book (mobi, ebook, pdf dll) bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan aplikasi calibre....



Memang sangat praktis dan efisien...kita bisa memilih buku dengan cepat...bisa membeli dan download buku langsung dari internet (sayangnya untuk Indonesia masih terbatas...)...bisa menandai buku (bookmark)...bisa sambil browsing di internet untuk mencari informasi tambahan tentang buku yang sedang kita baca ...bisa menulis catatan di halaman/kata tertentu...bisa mengubah ukuran text/font...bisa mengatur pencahayaan/display...saat bepergian kita tidak perlu membawa banyak buku...dsb...



Namun tetap saja ada yang terasa hilang...melihat deretan buku-buku favorit kita...mengatur letak buku di lemari...menumpuk buku...memegang fisik buku...melapisi cover buku dengan plastik...melihat cover depan buku dan membaca ringkasan atau 'umpan' pengarang di cover belakang buku...melipat atau meletakkan benang di buku tanda terakhir kita membaca...